Kita Dipaksa Beradaptasi

May 14, 2017 § Leave a comment

Kata orang, dunia pasti berubah. Dan malam ini saya melihat pertigaan yang biasa dipenuhi jejeran tukang becak, diisi oleh jejeran abang ojek online.

***

Ratusan tahun lalu, ketika kereta api pertama kali diperkenalkan di Inggris. Banyak masyarakat pada waktu itu mengganggap kendaraan revolusioner ini sebagai “Kereta Setan”. Entah kenapa, mungkin karena waktu itu warna dominan kereta adalah warna hitam dengan asap yang mengepul dan hitam pula. Pun juga karena Kereta-kereta kuda yang mendominasi moda transportasi perpindahan barang darat pada waktu itu perlahan tergusur. Dominasi mereka pada akhirnya makin tergeser setelah muncul kereta tanpa kuda lainnya, mobil.

« Read the rest of this entry »

Startuppedia

June 19, 2015 § Leave a comment

startuppedia

startuppedia

Tidak. Ini bukan soal apa isi dari buku ini dan intisari apa yang bisa didapat didalamnya. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa buku ini layak dibaca terutama bagi mereka yang straight forward –> how to?

Buku ini bisa didapat hardcopy-nya di toko-toko buku sejenis Gr*media atau seperti saya, membeli versi e-book di Google Play Book disini.

The Turtle Ship

April 5, 2015 § Leave a comment

Setelah menonton film “The Admiral”, kisah tentang peperangan heroik seorang Laksamana Yi Sun-sin┬ádari Angkatan Laut Kekaisaran Joseon Korea ketika berperang dengan Kekaisaran Jepang, iseng-iseng mencari informasi lebih jauh tentang satu hal paling menarik –> The Turtle Ship.

turtle ship

Turtle Ship

Melihat desainnya, Turtle ship ini bisa dibilang kapal laut ironclad pertama di dunia CMIIW. Memiliki kemampuan untuk menembak ke berbagai arah dan mampu bermanuver melebihi kemampuan kapal perang di jamannya.

Argumentum ad Populum

November 26, 2013 § 13 Comments

Ah menarik membahas yang satu ini. Kenapa? Pertama, karena saya baru saja membaca buku yang membahas soal ini. Kedua, karena perspektif soal ini begitu banyak diterapkan di lingkungan sekitar kita. Ketiga, karena saya tidak ingin apa yang saya tahu orang lain tidak tahu.

Kita terbiasa membenarkan suatu klaim karena jumlah orang yang mendukungnya. Hal yang sepertinya lumrah-lumrah saja. Proposisi argumentum ad populum diketahui berbentuk: “X adalah benar jika banyak orang meyakini X”. Padahal, kita tahu bahwa kenyataannya belum tentu demikian.

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Knowledges category at Sumo Aji.