Larangan dan Konsekuensi

September 2, 2017 § 2 Comments

Sewaktu kecil kita menjumpai begitu banyak larangan. Larangan-larangan datang tidak hanya dari orang tua tetapi juga hadir dari 4 penjuru mata angin. Dilarang makan es krim, dilarang makan permen, dilarang pulang malam, dilarang main lari-larian, dilarang lompat pagar, dilarang pacaran dan jutaan larangan lainnya.

Sialnya, ketika sudah dewasa pun kita masih menjumpai larangan dimana-mana. Dilarang menikah muda, dilarang berpindah-pindah pekerjaan, dilarang kuliah disana-disini, dilarang merokok, dilarang menikah beda agama dan milyaran larangan lainnya.

« Read the rest of this entry »

Advertisements

Dongeng tentang Indonesia?

April 27, 2017 § Leave a comment

“Jika ini dongeng, berarti dia tidak lagi ada”, Indonesia 2017

Dahulu kala ada sebuah negeri bernama Indonesia. Tanahnya subur menghasilkan beragam hasil bumi yang dicari banyak orang. Kudengar bahkan ada pedagang yang rela datang dari negeri nun jauh di sebelah barat sana. Lautnya? Hmm, tenang. Begitu tenang hingga kau tak perlu khawatir perahumu dirajam ombak. Ah semuanya bagai surga, apalagi jika kau sempat tengok senyum gadis-gadisnya, aduhai manisnya. Tak menjadi soal lagi apakah surga itu nanti ada setelah mati.

Coba kau lihat di peta. Perhatikan betapa luas wilayahnya. Kau ini terbang 3 jam di Eropa sana sudah berkali-kali kau lintasi garis batas, tapi disana di negeri itu, 3 jam kau terbang masih saja kau disana. Alamak luasnya! Butuh berapa tahun kau habiskan untuk coba mengunjungi setiap pulau yang ada? Butuh berapa generasi kau lihat untuk mempelajari setiap bahasa daerahnya?

« Read the rest of this entry »

Pekerjaan Roh Kudus

November 15, 2016 § Leave a comment

“Duh, sudah berapa kali motor ini bikin perkara. Kemarin bocor ban belakang, sekarang bocor ban depan!”, Begitu keluhku pada suatu hari. Dengan gontai kudorong motor ini perlahan ke tukang tambal ban di dekat rumah. “Alon-alon waton kelakon“, Ungkapku mantab.

Sesampainya di tempat tujuan, ada 3 orang sedang berdiskusi seru. Nampaknya salah seorang dari mereka kecewa dengan seseorang entah siapa. “Dia membawa-bawa roh kudus untuk masalah yang sebenarnya bisa dia selesaikan dengan akal. Kita kan manusia juga diberi akal. Gw juga bisa bilang kalau gw dikasih tau sama Roh Kudus”, Bagian ini santer terdengar dari kejauhan.

« Read the rest of this entry »

Bertanya pada Dinding

August 4, 2016 § Leave a comment

“Dek, sudah setahun perjalanan ini. Kamu bosan?”.

“Ngga mas. Kita ngga disitu-situ saja mas. Ga muter-muter. Kita bergerak ke arah yang benar. Kenapa harus bosan?”

“Tapi kamu lelah?”

« Read the rest of this entry »

[CERPEN] Kaum Terkutuk

July 14, 2016 § Leave a comment

20 tahun yang lalu, perang akhir pun usai sudah. Waktu itu, milyaran orang mati memaksakan ide-ide dan kepentingan-kepentingan mereka atas satu sama lain. Entah apa maksudnya. Aku begini karena tahu bahwa tak ada guna ideku dipaksakan jika aku akhirnya mati. Jadi aku memilih diam, menonton mereka saling bunuh, saling tikam. Tapi di hati kecil ini, aku masih berharap bukan mereka mereka yang menang. Ya begitu, di perang akhir kaumku kalah. Aku pengecut. Lengkap sudah. Semoga kelak aku nanti mati dalam keadaan damai.

Dunia dibawah kekuasaan kaum pembunuh Tuhan berubah begitu cepat, hampir-hampir tak dapat aku mengikuti. Seingatku dulu aku masih mengetik menggunakan laptop keluaran Taiwan yang terkenal itu. Masih ingat tidak? Akupun ragu apakah masih mengingat seperti apa bentuknya. Saat ini, semua orang memiliki komputer tambahan di dalam otaknya masing. Mengetik? Huh, itu kuno. Hanya dengan berpikir saja kami sudah bisa membuat ratusan kata tersimpan di memori. Mau kirim data? Tinggal pikirkan saja, otomatis terkirim. Semuanya serba dipikir. Jemari ini tak begitu lagi berguna. Mati saja.

« Read the rest of this entry »

Apa agamamu?

June 19, 2016 § Leave a comment

“Hanya ‘alien’ yang paham”, Bekasi.

Suatu hari ada serombongan duta besar alien dari Planet Jojoba datang ke Bumi. Setiap negara di bumi mengirimkan masing-masing 1 perwakilan untuk mengajukan pertanyaan kepada sang duta besar Alien.

Pertanyaan pertama datang dari wakil Korea Utara. “Siapa pemimpin tertinggimu?”, Tanyanya dengan berapi-api. Kemudian sang Alien menjawab.

Lalu berlanjut dengan wakil dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Rusia, Brazil, Cina, Jepang, dan negara-negara lainnya. Masing-masing dari mereka bertanya seputar riset, teknologi, dan budaya.

Tibalah giliran dari wakil Indonesia. Semua mata tertuju padanya. Menunggu-nunggu apa yang akan dia tanyakan kepada sang duta besar.

Sang wakil mengambil mic, lalu naik ke atas podium dan mulai berseru, “Hai, makhluk alien. APA AGAMAMU?”.

Tiba-tiba semua hening.

Buku Ini Sungguh Mengenyangkan

June 13, 2016 § Leave a comment

“Dia maha pemberi”.

“Kata siapa?”.

“Menurut yang aku baca. Begitu”. Kemudian hening. “Buku ini ini sungguh mengenyangkan”.

“Kau makan buku itu?”

“Tentu saja tidak. Hanya aku baca”.

“Kau baca dan kau kenyang? Aneh”.

Where Am I?

You are currently browsing the Fiksi category at Sumo Aji.