Bekerja di Perusahaan Rintisan / Start Up

June 2, 2017 § Leave a comment

Saya tidak tahu persis apa padanan kata yang tepat untuk menjelaskan Start Up dengan Bahasa Indonesia. Banyak definisi di luar sana menjabarkan apa itu perusahaan start up. Mulai dari perusahaan yang tumbuh sangat cepat, perusahaan yang mendewakan pertumbuhan (growth), perusahaan teknologi dengan sekumpulan anak muda sebagai pendiri, dan definisi-definisi lain. Tapi akhirnya saya memilih untuk menggunakan kata “Perusahaan Rintisan”. Anda boleh setuju, boleh juga tidak. Tidak jadi soal. Saya pribadi menganggap perusahaan Start Up adalah perusahaan yang baru saja merintis. Merintis usaha, menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.

Di pertengahan tahun 2016 saya memutuskan untuk bergabung dengan salah satu perusahaan rintisan besar di bidang internet. Warna dominannya hijau, hijau muda. Iklannya ada dimana-mana : di televisi, di baliho-baliho pinggir jalan protokol, bahkan mungkin sampai di iklan jeda video Youtube yang sedang anda tonton. Dengan pergerakan semasif ini, dengan dukungan dana sebesar ini, dengan pengunjung dan penjual sebanyak ini tentulah banyak orang yang menaruh kepercayaan. “Perusahaan ini pasti sungguh mengagumkan”, Pikir saya waktu itu.

Setelah melewati beberapa tahapan, saya akhirnya mendapat panggilan wawancara di kantor pusat di sebuah gedung di daerah Jakarta Barat. 5 tahun pengalaman saya bekerja sebelumnya, baru kali ini saya melihat kantor dengan interior yang seperti ini. Ruang-ruang kaca transparan untuk meeting, lantai dengan rumput sintetik seperti di lapangan futsal, batu-batu koral berjejer layaknya kebun bermain, ruang tunggu yang tidak simetris, dinding berisi kutipan-kutipan dari orang-orang berpengaruh dengan latar belakang warna dinding yang tidak itu-itu saja. “Wow, this is gonna be awesome”, I thought. First impression level 100.

Kemudian di salah satu sudut ruang tunggu, di dinding, ada sebuah kalimat tertulis jelas disana. “Marketplace is the most beautiful business model…”, Begitu yang terbaca disana. Dari banyaknya kutipan-kutipan di dinding, kutipan tersebut yang paling menarik perhatian. Selain karena letaknya ada di bagian depan, disana pun tertulis kutipan ini dikatakan oleh pendiri perusahaan ini sendiri. Menarik juga karena jangan-jangan inilah “ruh” penggerak semua ini.

Tapi apa maksudnya? Dan, kenapa?

Marketplace by definition adalah “An open space where a market is or was formerly held in a town”. Pikir saya sederhana saja, marketplace ya pasar secara fisik, tempat dimana biasanya penjual dan pembeli saling bertemu, melakukan transaksi jual beli. Tapi jelas kata “marketplace” yang dimaksud disini bukanlah pasar secara fisik ada di dunia nyata, pasar yang dimaksud disini tentu saja pasar di dunia maya. Penjual dan pembeli tidak perlu bertatap muka langsung untuk melakukan transaksi jual beli.

Tapi, kenapa marketplace? Dan, kenapa internet?

Bayangkan jika anda hendak berjualan alat-alat olahraga. Anda menyiapkan modal awal untuk membeli segala peralatan yang akan anda jual. Raket, sepatu, bola basket, bola kaki, bola tenis, dan perangkat olahraga lainnya anda beli dari pedagang besar atau langsung dari distributor. Selain untuk membeli benda-benda tersebut tentu tidak lupa anda mencari lokasi dimana anda akan memajang koleksi-koleksi tersebut. Semakin strategis posisinya, tentu semakin sulit dicari pun harga sewanya akan semakin tinggi. Posisi strategis juga menentukan kelangsungan masa depan toko anda, juga seberapa luas area pembeli potensial yang bisa anda garap.

Kemudian era internet pun tiba.

Sekarang posisikan diri anda sebagai seorang pembeli. Anda sedang mencari raket merek tertentu untuk digunakan berlatih bersama teman minggu depan. Tentu yang pertama terlintas adalah mencarinya di internet melalui perangkat komputer anda. Anda masuk ke mesin pencari dan mulai mencari penjual raket tersebut. Ternyata mesin pencari memberikan begitu banyak laman website yang mungkin menjual apa yang anda cari. Setelah anda melihat dan memilah, akhirnya anda memutuskan inilah penjual yang beruntung. Anda siap-siap menghubungi penjual, menanyakan ketersediaan barang dan berapa serta kemana anda perlu melakukan transfer dana. Tapi kemudian muncul keraguan, “Darimana saya bisa yakin kalau penjual ini akan berlaku jujur kepada saya? Bagaimana saya bisa yakin dia akan mengirimkan barang tersebut setelah saya selesai melakukan transfer dana?”. Anda ragu, anda berhenti. Wajar karena tidak ada pihak ketiga disini, tidak ada yang mengawasi transaksi ini, tidak ada yang memastikan anda menerima barang.

***

“Dengan Bapak Paulus Sumo Aji Wibowo?”. “Iya, saya sendiri”, Saya segera berdiri dan menuju ke arah panggilan.

1 jam berlalu. Wawancara sepertinya sukses. Dan sungguh, dalam beberapa minggu kedepan saya akhirnya bergabung. Menggantung tanda pengenal di leher bertuliskan “Probation”. Selama 3 bulan tanda pengenal ini akan menjadi kartu pass keluar masuk, juga sebagai pengingat bahwa dalam 3 bulan ke depan segala kinerja saya akan diawasi. Apakah saya layak?

Sampai sekarang, kutipan tersebut masih ada di dinding yang sama. Bedanya, sekarang kita tahu bahwa menjadi bagian dari usaha menyelesaikan masalah itu penting. Penting untuk saya, patut untuk kita dan juga dunia.

Advertisements

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bekerja di Perusahaan Rintisan / Start Up at Sumo Aji.

meta

%d bloggers like this: