Karena yang ada itu hanya “Rest in Peace”

May 14, 2017 § Leave a comment

“Ji, kenapa hidup ini tidak pernah damai?”, Tanya seorang kawan pada suatu hari. Iya, bener juga ya. Dalam sejarahnya, hidup di dunia ini mana pernah total damai. Dari hal yang paling kecil, rebutan tulang KFC misalnya, sampai hal yang besar seperti perang antar negara.

“Ya karena memang dari awalnya sudah dikondisikan seperti itu”.

“Maksud elu?”.

***

Semenjak kita lahir, kita semacam sudah “dikutuk” dengan segala jenis kebutuhan. Butuh makan, butuh minum, sampai BUTUH KASIH SAYANG (temen gw ini jomblo, jadi gw tekankan banget disini wkwk). Sialnya, kebutuhan-kebutuhan itu seakan ga ada batasnya sedangkan supply-nya bisa jadi terbatas.

Elu suka sama perempuan di ujung gang sana karena cantik, tapi seberapa banyak sih perempuan cantik menurut standar pria jaman sekarang? Dari situ mulailah kompetisi, para pejantan-pejantan tangguh dengan segala ego memperbaiki keturunan. Sejauh masih dalam koridor kompetisi yang fair ya ga masalah, tapi siapa bisa jamin kalau si abang yang lebih kekar disana ga nonjok elu pas di muka?

Oke anggaplah sekarang si perempuan disana akhirnya memilih elu. Elu menikah dan akhirnya elu KAWIN. Seneng kan? Jangan seneng dulu. Salah satu “kutukan” kita berikutnya adalah mempertahankan eksistensi ras manusia. Tiba-tiba pada masanya elu seneng rasanya ngeliat bayi-bayi lucu nan mungil tetapi disatu sisi juga stres karena omongan kanan-kiri nanyain kapan punya momongan.

Ketika jutaan sperma tersembur, mereka berlomba-lomba segera mencari indung telur. Dari jutaan itu, cuman satu yang akhirnya berhasil. Yang lainnya kalau engga mati di tengah jalan, ya telat sampe. Itu kompetisi pertama kita sebagai makhluk hidup.

Oke akhirnya elu punya bayi. Otomatis kebutuhan keluarga elu juga bertambah. Dari 2 orang jadi 3 orang. Beuh apalagi kalau elu sempet liat-liat timeline bayinya difoto dibikin lucu, biaya deh itu buat sewa studio foto. Biaya nambah lagi karena elu ga mau kalah keren sama temen yang dulu waktu SMA elu kasih contekan. Masak dulu dia elu kasih contekan tapi sekarang lebih sukses dari elu, ga terima donk? Cicil mobil lah, ngutang!

Kebutuhan elu sekarang ga sebanding sama dana yang elu punya. Liat kiri, liat kanan eh ada tuh jabatan kosong. Sialnya itu posisi cuman satu sedangkan temen-temen elu juga minat sama posisi itu. Perang dimulai! Sikut kiri sikat kanan. Beruntung kalau HR elu punya sistem promosi yang bagus, kalo engga ya hukum rimba. Siapa yang paling jago menjilat, dia yang naik. Perang dimulai!

Wah keren bro, elu akhirnya setelah puluhan tahun banting tulang sikat sini sikat sana bisa juga naik ke posisi tertinggi. Dengan posisi yang baru ini elu diwajibkan untuk mengambil pangsa pasar dari perusahaan pesaing karena tanpa itu, nasib perusahaan bisa jadi suram. Akhirnya elu dengan segala cara berhasil juga merebut yang harusnya elu rebut wkwk peduli setan sama nasib perusahaan pesaing.

Karena elu jadi penguasa di industri, otomatis elu dekat dengan penguasa. Bisa lah sepik sini sepik sana buat ngambil tambang milik negara tetangga. Ga masalah soal duit, yang jelas setelah elu itung-itung semuanya bakalan balik modal ++++. Penguasa itu setuju sama ide elu. Mulai deh ngirim tentara ke negara tetangga. Perang! Bikinlah isu macem-macem mulai dari itu negara tetangga nyimpen senjata biologis sampe isu soal ibu negara tetangga yang katanya cantik banget. Elu udah punya harga, tahta, dan kurang satu wanita. Bisa lah nambah satu :D

Terus…

***

“Ji, udahan. Gw capek denger cerita elu. Gw sekarang tau ternyata emang manusia-manusia ini emang ga bakalan bisa selamanya berdamai. Mending gw sekarang berdoa semoga manusia-manusia ini sadar”.

“Eit, nanti dulu. Bagaimana mungkin elu berdoa memohon mereka-mereka ini sadar kepada sesuatu? Bukankah jika sesuatu itu, yang menurut elu adalah yang menciptakan segala, maka sesuatu itu pula yang menciptakan segala “kutukan” ini?”

***

Dan petir menyambar di siang bolong. Ibu tetangga beranjak dari tidur, berlari menuju jemuran. Dalam hati si ibu bertanya kenapa tidak bisa dia tidur siang dengan damai.

TAMAT.

Advertisements

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Karena yang ada itu hanya “Rest in Peace” at Sumo Aji.

meta

%d bloggers like this: