Tentang Pengambilan Keputusan Dalam Rumah Tangga

February 19, 2017 § Leave a comment

“Taruh semua fakta di atas meja. Kita bahas bersama!”, Bekasi 2017.

Banyak yang bilang kalau keluarga adalah entitas politik paling kecil yang dimiliki oleh negara.  Apa yang terjadi di sebuah negara tidak mungkin lepas dari apa yang terjadi di keluarga-keluarga di negara tersebut. Apakah keluarganya harmonis? Apakah keluarga mendukung anak-anaknya untuk tumbuh dan berkembang? Apakah terjadi kekerasan dalam rumah tangga? Dan ribuan pertanyaan lain.

Sebelum saya dan istri menikah, kami cukup serius membahas berbagai aspek yang ada dalam kehidupan kami kelak. Kami sadar, kami datang dari dua kultur keluarga yang berbeda. Tentu segala didikan yang kami dapat pun akan berbeda. Meskipun kami pernah satu atap di sekolah, itu pun kecil sekali pengaruhnya untuk membuat segalanya menjadi sama. Jadi alih-alih kami hanya berputar-putar di usaha mencari segala kesamaan, kami juga melihat apakah ada potensi konflik yang muncul dari adanya perbedaan.

Salah satu yang kami bahas adalah tentang pengambilan keputusan. Keputusan apapun yang melibatkan anggota keluarga kami dan juga terhadap keluarga besar. Apakah menggunakan cara-cara patriarki dimana saya sebagai kepala keluarga memutuskan segala hal? Ataukah, membagi kekuasaan seperti jika berurusan dengan urusan rumah maka mutlak menjadi area istri sebaliknya jika berurusan dengan entitas di luar keluarga maka mutlak menjadi hak saya sebagai suami untuk mengambil keputusan?

Pada akhirnya kami berdua sepakat untuk membahas apapun dari hal yang paling kecil seperti membeli beras merek apa, atau mau mengambil asuransi yang mana untuk kemudian mengetuk palu bersama-sama. Cara ini kami anggap dapat membuat semua anggota keluarga terakomodir suaranya. Kita sebagai orang Indonesia sudah mengenal sistem ini sejak lama, biasa kita sebut Musyawarah Mufakat.

Sistem ini tidak lepas dari kekurangan salah satunya adalah bagaimana jika tidak ada titik temu, apakah akan dibiarkan berlarut sehingga tidak ada keputusan yang diambil? Tentu saja tidak. Kami pun sudah memikirkan jika hal ini sampai terjadi apalagi saat ini anggota keluarga kami baru dua orang, kemungkinan hal ini terjadi akan semakin besar. Ketiadaan titik temu pada akhirnya akan diselesaikan dengan cara dictate yaitu saya sebagai kepala keluarga akan menjatuhkan putusan berdasarkan segala masukan yang ada dan bertanggung jawab terhadap segala resiko yang timbul.

Salah satu keputusan hasil dari sistem keluarga kami ini adalah kepergian istri untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Keputusan tersebut tentu sudah kami timbang baik-baik untung ruginya. Termasuk resiko suami yang galau curhat di social media dan menulis tulisan ini di blog pribadinya.

Cepat selesaikan semuanya dek, abang rindu!

Advertisements

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tentang Pengambilan Keputusan Dalam Rumah Tangga at Sumo Aji.

meta

%d bloggers like this: