Bertanya pada Dinding

August 4, 2016 § Leave a comment

“Dek, sudah setahun perjalanan ini. Kamu bosan?”.

“Ngga mas. Kita ngga disitu-situ saja mas. Ga muter-muter. Kita bergerak ke arah yang benar. Kenapa harus bosan?”

“Tapi kamu lelah?”

“Layaknya perjalanan mas, siapapun pasti akan lelah pada waktunya. Yang kita butuhkan hanya berhenti istirahat sesaat bukan menghentikan perjalanan. Bukan begitu?”

“Bagaimana kalau yang kita tuju ini salah?”

“Darimana mas tau? Kita bahkan belum melihat.”

“Entah.”

“Keraguan pasti ada mas. Pasti. Tapi dinding-dinding rumah ini tidak mungkin berbohong. Mereka dalam diamnya menyimpan memori kita. Sewaktu-waktu kita ragu, tanyakan saja pada mereka sudah sejauh apa keyakinan ini kita pegang.”

“Ngomong sama tembok? Kamu gila dek.”

“Yah siapa yang lebih gila, orang gila atau orang yang memilih orang gila sebagai pendamping?”

Dan tawa membahana. Pelanggan di seberang sana melirik sinis. Duh! Mati kita dek.

Advertisements

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bertanya pada Dinding at Sumo Aji.

meta

%d bloggers like this: