Memang Nikmat Jadi Diri Sendiri

July 10, 2016 § 3 Comments

“Saya jemput dia. Naik angkot. Jepitan. Kaosan”, Jakarta.

Sudah lama hidup dalam topeng. Jadi orang lain biar dianggap keren. Biar dianggap sukses. Tapi ternyata itu melelahkan sekali. Apa sih hasilnya? Ga ada. Karena sibuk pencitraan sana-sini akhirnya lupa buat menikmati hidup paling hakiki. Apa sih nikmat hidup paling hakiki? Jadi diri sendiri. Udah itu aja ga pake syarat dan ketentuan berlaku.

2 tahun yang lalu di suatu pagi rasa-rasanya pagi kali itu berbeda. Hidup kok hampa begini. Tujuan sih punya tapi ya kok hampir-hampir ga ada yang sepakat sama tujuan itu (baca : kesepian). Ga ada orang yang sepaham sepakat, “Ini lho tujuan kita. Ini lho yang akan kita perjuangkan”. Ga ada.

Atau, umm… hanya belum ada?

Jadi dimulailah petualangan ini. Mulai darimana? Cari “stok lama”!

Karena mau jadi diri sendiri dan sadar kalau diri ini sulit banget buat membuka perkenalan perasaan ya oke kita cari aja “stok lama”. Apa sih “stok lama”? Stok lama itu adalah kenalan lama. Iya, orang yang memang sudah pernah dekat, kita kenal atau pernah minimal satu kelas waktu di sekolah / kantor. Semuanya dimulai dari bongkar-bongkar kontak di Blackberry Bold andalan (waktu itu keren lho punya Blackberry Bold! Halah pencitraan lagi :p). Serius ini, beneran bongkar-bongkar kontak di BBM, Kontak Nomor HP, dan lain-lain. Pokoknya satu tujuan : CARI STOK LAMA!

Gila ga?

Akhirnya bikin list siapa-siapa aja yang potensial. Kontak satu-satu. Yang merespon ya bagus, yang ga merespon ya anggap aja mereka tidak beruntung hahaha. Setelah kontak lalu bikin janji. Ajak jalan-jalan.

Kenapa sih harus ajak jalan-jalan? Ya gini, kalau ngajak jalan-jalan aja udah ga nyambung ya masa iya mau diajak jalan bangun rumah tangga seumur hidup. Bener ga?

Akhirnya satu-satu diajak jalan. Ajak ngobrol. Traktir atau ditraktir. Iya, beberapa ada yang ga mau ditraktir entah karena gengsi atau karena ya memang ngeliat penampilan diri ini yang beda 1 level di atas kenek angkot pasar. Emangnya kenek angkot pasar bisa bayar es krim gaul terkenal seantero Jakarta? Bah mana mungkin. Mungkin begitu pikir mereka.

Sebentar-sebentar, kok kenek angkot pasar. Emangnya kayak gimana sih pembawaan diri ini? Hahaha saya jemput dia, naik angkot. Jepitan. Kaosan.

Gokil kan? Mana ada sih orang yang harusnya lagi gede-gedenya pencitraan malah merendahkan diri serendah-rendahnya. Ya gimana, ini nyatanya. Kan udah dibilang dari awal, mau jadi diri sendiri. Diri ini memang jauh lebih nyaman kaosan, jepitan dan jalan-jalan naik umum.

Akhirnya ya begini, saya jemput dia naik angkot. Kaosan. Jepitan. Iya dia (cuman 1 orang) yang tahan (yaiyalah). Orang yang waktu tulisan ini dibuat lagi bobok manis di kamar. (Maaf ya dek, minta ijin waktu 1 jam buat bikin tulisan ini. Abang segera menyusul.)

Hidup emang nikmat kalau jadi diri sendiri. Serius :)

Advertisements

Tagged: ,

§ 3 Responses to Memang Nikmat Jadi Diri Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Memang Nikmat Jadi Diri Sendiri at Sumo Aji.

meta

%d bloggers like this: