Tidak Ada TV di Rumah Kami

July 7, 2016 § 5 Comments

“Memilih untuk tidak didikte”, Bekasi.

Sejak menikah kemudian berpisah dengan orang tua, kami berdua memutuskan untuk tidak memiliki Televisi di rumah. Jelas ini adalah keputusan yang “aneh” bagi sebagian orang khususnya di Indonesia. Ide ini sebenarnya datang ketika saya pribadi mengikuti kursus salah satu bahasa asing di Jakarta. Ada 1 orang pengajar yang simpatik menurut saya bercerita tentang konsep rumah dengan ruang keluarga tanpa Televisi, hanya ada rak buku disana. Saya tertarik dengan konsep ini kemudian memendam di dalam hati bahwa suatu saat nanti konsep rumah seperti itulah yang akan saya dirikan.

Setelah menikah saya sampaikan lagi ide ini kepada istri saya dan alhamdulilah istri saya setuju walaupun di awal-awal (jujur saja) banyak pihak kanan-kiri yang mencibir ide ini. “Bagaimana mungkin hidup tanpa Televisi?”, begitu katanya. Tapi ya, ini hidup kami dan kami yang menjalani. Asal kami bersepakat mengenai alasan dan tujuannya, mengapa tidak?

Jadi begitulah kehidupan kami dimulai. Rumah didirikan dan di ruang keluarga + tamu (rumah kami kecil sehingga ruang keluarga sekaligus menjadi ruang tamu) dengan konsep sederhana, keterbukaan dan edukatif. Di ruang keluarga hanya ada rak buku dengan jejeran buku yang perlahan mulai kami kumpulkan kembali.

Setelah menjalani kira-kira 8 bulan hidup tanpa Televisi, kami mulai menemukan alasan-alasan lain mengapa sesungguhnya konsep seperti ini harus dimiliki oleh banyak orang di Indonesia. Berikut alasan-alasan yang kami temukan:

Membuat diri “terpaksa” untuk membaca

Tanpa adanya Televisi otomatis hiburan untuk kami menjadi lebih terbatas. Dan, karena hanya ada jejeran buku maka mau tidak mau kami “dipaksa” untuk menjadikan membaca sebagai hiburan utama kami. Buku-buku yang ada di rak tentunya juga merupakan buku-buku pilihan yang kami dapat dari berbagai sumber.

Memilih untuk tidak didikte

Jika kita menonton Televisi maka kami merasa didikte untuk menyaksikan sesuatu yang seringnnya, menurut kami, acara-acara di Televisi lokal Indonesia ini tidak mendidik/bermutu. Gosip artis, hingar bingar politik, acara kekerasan, jokes sampah dan lain-lain. Kita dibatasi hanya untuk memilih beberapa pilihan yang rata-rata seperti itu. Dengan tidak ada Televisi tentu saja kami juga merasa akan tertinggal informasi terbaru jika tidak ada pengganti sepadan. Kami memilih untuk memasang internet di rumah dengan kecepatan mumpuni sehingga kami pada akhirnya bisa memilih (bukan didikte) secara lebih bebas konten-konten yang kami suka atau kami butuhkan.

Waktu untuk bersosialisasi

Ketimbang duduk manis pasif di depan Televisi, kami memilih menggunakan waktu lainnya untuk bersosialisai dengan kerabat dan teman-teman. Bersosialisasi bisa dalam bentuk bertemu secara langsung ataupun melalui media-media sosial yang kami punya.

 

Jadi, apakah anda tertarik dengan konsep ini? Yuk diskusi :)

 

Advertisements

Tagged: , ,

§ 5 Responses to Tidak Ada TV di Rumah Kami

  • teguhteja says:

    aku dulu waktu kerja juga memilih tidak ada tv
    karena banyak aku lihat berita yang tidak baik
    dan kebanyakan orang sukses tidak melihat tv contoh Presiden India bernama APJ Abdul Kalam yang sukses dengan project roketnya ( kamu tahu kan kalau india sukses dengan roketnya ) itu tidak pernah nonton tv sejak tahun 1970 sampai skrang

    jadi bisa tahu beda nya orang nonton tv dengan tidak

  • Aku pernah memutuskan untuk tidak punya TV selama ngekos dan bertahan satu tahun. Setelah itu beli TV karena mati gaya banget di kos walaupun banyak bahan bacaan di kosan. Ketika nonton TV, pasang TV kabel. Lebih memilih channel-channel luar negeri, such as NatGeo, Fox Movies Premium, dsb yang menghibur. Masih bisa akrab dengan teman-teman kosan, dan tetap menambah pengetahuan. Just sharing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tidak Ada TV di Rumah Kami at Sumo Aji.

meta

%d bloggers like this: