Ayo Dek, Kita Selesaikan di Kamar.

July 24, 2016 § Leave a comment

“Kapanpun kita ada masalah, masuklah ke kamar.  Berdua saja. Aku harap Tuhan pun tidak menguping pembicaraan kita”, Bekasi.

Bagaimana meniadakan konflik rumah tangga? Jelas ini momok buat kami-kami yang berpikir (terlalu) banyak. Bagaimana mungkin dua orang beda latar belakang kemudian tiba-tiba disatukan di bawah satu atap, seumur hidup pula, tidak berkonflik. Wong sama adik kandung sendiri saja pasti bertikai apalagi ini, dengan makhluk Tuhan satu ini. Lawan jenis.

Agaknya saya sulit sekali mengingat kapan terakhir kali saya dan adik-adik melihat bapak dan ibu bertengkar di depan kami. Entahlah, apa memang ingatan saya yang lemah atau memang kedua orang tua saya ini memang tidak pernah bertengkar. Tapi… Ah mana mungkin. Tidak mungkin sepasang manusia ini tidak pernah bertengkar seumur rumah tangga mereka. Tidak mungkin.

« Read the rest of this entry »

Advertisements

[CERPEN] Kaum Terkutuk

July 14, 2016 § Leave a comment

20 tahun yang lalu, perang akhir pun usai sudah. Waktu itu, milyaran orang mati memaksakan ide-ide dan kepentingan-kepentingan mereka atas satu sama lain. Entah apa maksudnya. Aku begini karena tahu bahwa tak ada guna ideku dipaksakan jika aku akhirnya mati. Jadi aku memilih diam, menonton mereka saling bunuh, saling tikam. Tapi di hati kecil ini, aku masih berharap bukan mereka mereka yang menang. Ya begitu, di perang akhir kaumku kalah. Aku pengecut. Lengkap sudah. Semoga kelak aku nanti mati dalam keadaan damai.

Dunia dibawah kekuasaan kaum pembunuh Tuhan berubah begitu cepat, hampir-hampir tak dapat aku mengikuti. Seingatku dulu aku masih mengetik menggunakan laptop keluaran Taiwan yang terkenal itu. Masih ingat tidak? Akupun ragu apakah masih mengingat seperti apa bentuknya. Saat ini, semua orang memiliki komputer tambahan di dalam otaknya masing. Mengetik? Huh, itu kuno. Hanya dengan berpikir saja kami sudah bisa membuat ratusan kata tersimpan di memori. Mau kirim data? Tinggal pikirkan saja, otomatis terkirim. Semuanya serba dipikir. Jemari ini tak begitu lagi berguna. Mati saja.

« Read the rest of this entry »

Memang Nikmat Jadi Diri Sendiri

July 10, 2016 § 3 Comments

“Saya jemput dia. Naik angkot. Jepitan. Kaosan”, Jakarta.

Sudah lama hidup dalam topeng. Jadi orang lain biar dianggap keren. Biar dianggap sukses. Tapi ternyata itu melelahkan sekali. Apa sih hasilnya? Ga ada. Karena sibuk pencitraan sana-sini akhirnya lupa buat menikmati hidup paling hakiki. Apa sih nikmat hidup paling hakiki? Jadi diri sendiri. Udah itu aja ga pake syarat dan ketentuan berlaku.

2 tahun yang lalu di suatu pagi rasa-rasanya pagi kali itu berbeda. Hidup kok hampa begini. Tujuan sih punya tapi ya kok hampir-hampir ga ada yang sepakat sama tujuan itu (baca : kesepian). Ga ada orang yang sepaham sepakat, “Ini lho tujuan kita. Ini lho yang akan kita perjuangkan”. Ga ada.

Atau, umm… hanya belum ada?

Jadi dimulailah petualangan ini. Mulai darimana? Cari “stok lama”!

« Read the rest of this entry »

Tidak Ada TV di Rumah Kami

July 7, 2016 § 5 Comments

“Memilih untuk tidak didikte”, Bekasi.

Sejak menikah kemudian berpisah dengan orang tua, kami berdua memutuskan untuk tidak memiliki Televisi di rumah. Jelas ini adalah keputusan yang “aneh” bagi sebagian orang khususnya di Indonesia. Ide ini sebenarnya datang ketika saya pribadi mengikuti kursus salah satu bahasa asing di Jakarta. Ada 1 orang pengajar yang simpatik menurut saya bercerita tentang konsep rumah dengan ruang keluarga tanpa Televisi, hanya ada rak buku disana. Saya tertarik dengan konsep ini kemudian memendam di dalam hati bahwa suatu saat nanti konsep rumah seperti itulah yang akan saya dirikan.

Setelah menikah saya sampaikan lagi ide ini kepada istri saya dan alhamdulilah istri saya setuju walaupun di awal-awal (jujur saja) banyak pihak kanan-kiri yang mencibir ide ini. “Bagaimana mungkin hidup tanpa Televisi?”, begitu katanya. Tapi ya, ini hidup kami dan kami yang menjalani. Asal kami bersepakat mengenai alasan dan tujuannya, mengapa tidak?

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for July, 2016 at Sumo Aji.