Apa agamamu?

June 19, 2016 § Leave a comment

“Hanya ‘alien’ yang paham”, Bekasi.

Suatu hari ada serombongan duta besar alien dari Planet Jojoba datang ke Bumi. Setiap negara di bumi mengirimkan masing-masing 1 perwakilan untuk mengajukan pertanyaan kepada sang duta besar Alien.

Pertanyaan pertama datang dari wakil Korea Utara. “Siapa pemimpin tertinggimu?”, Tanyanya dengan berapi-api. Kemudian sang Alien menjawab.

Lalu berlanjut dengan wakil dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Rusia, Brazil, Cina, Jepang, dan negara-negara lainnya. Masing-masing dari mereka bertanya seputar riset, teknologi, dan budaya.

Tibalah giliran dari wakil Indonesia. Semua mata tertuju padanya. Menunggu-nunggu apa yang akan dia tanyakan kepada sang duta besar.

Sang wakil mengambil mic, lalu naik ke atas podium dan mulai berseru, “Hai, makhluk alien. APA AGAMAMU?”.

Tiba-tiba semua hening.

Buku Ini Sungguh Mengenyangkan

June 13, 2016 § Leave a comment

“Dia maha pemberi”.

“Kata siapa?”.

“Menurut yang aku baca. Begitu”. Kemudian hening. “Buku ini ini sungguh mengenyangkan”.

“Kau makan buku itu?”

“Tentu saja tidak. Hanya aku baca”.

“Kau baca dan kau kenyang? Aneh”.

Bukan Apa dan Siapa, tetapi Mengapa dan Bagaimana

June 3, 2016 § Leave a comment

“Mau kemana lagi?”, Jakarta.

Seringkali kita terjebak dalam pertanyaan apa dan siapa ketika ingin menentukan jalan hidup kita kedepan. Ketika ditanya, “Nanti kalau sudah besar mau jadi apa?”, maka jawaban yang timbul adalah jawaban-jawaban seperti dokter, tentara, dan profesi-profesi umum lainnya.

Pola pikir tersebut berlanjut hingga kita dewasa. Saat kelulusan bagi sebagian anak-anak muda adalah saat menyenangkan sekaligus menyeramkan. Senang karena sudah berhasil melewati 1 tahap dalam kehidupan mereka dan menyeramkan karena mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Cita-cita masa kecil seringkali tidak lagi menarik. Profesi-profesi lain menimbulkan keraguan. Mau kemana saya nanti?

Ketika ditanya, “mau jadi apa?” maka yang terlintas di pikiran anak-anak adalah sosok apa dan siapa. Padahal ada pertanyaan yang lebih dalam yang seharusnya bisa menjadi bahan renungan peran serta mereka dalam kehidupan ini. Alasan kuat yang membuat mereka akan tetap berjuang dan menjalani hidup.

Di dalam hidup ini, masing-masing dari kita akan menjalani peran. Adanya peran membuat kita dapat berkontribusi dan dengan berkontribusi maka ada perasaan dimana kita dibutuhkan. Dengan berkontribusi kita dapat mengatakan bahwa eksistensi kita memiliki alasan.

Anak-anak sebagai generasi penerus akan dihadapkan berbagai masalah di dunia ini dan mereka diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dengan memulai bertanya, “Mengapa saya melakukan itu?”, dan “Bagaimana agar yang saya lakukan itu memberikan dampak dan mempersiapkannya sejak awal?”. Sehingga ketika mereka pada akhirnya mengambil peran, mereka memiliki alasan yang kuat kenapa mereka harus ada di dunia ini.

Where Am I?

You are currently viewing the archives for June, 2016 at Sumo Aji.