Surat dari Langit

March 2, 2015 § 2 Comments

“Surat ini. Dari siapa?”, Suatu tempat, 2 Maret 2015.

Kutemukan surat itu dipojok kamar. Berdebu. Seperti sudah ditulis jauh-jauh hari. Entah kenapa begitu sulit diletakkan disana. Mungkin karena si empunya surat ini tidak ingin surat ini dibaca sebelum waktunya.

Hari ini adalah hari terakhir kamar ini menjadi kamarku. Dan, ketika lemari dipojok kamar itu kupindah, aku menemukan surat ini.

Nak, menjadi dewasa itu tidak sekadar engkau melihat tubuhmu semakin membesar. Tidak sekedar engkau merasa kebebasan ada di tanganmu. Tidak sekadar engkau merasa ada yang aneh ketika engkau melihat lawan jenismu. Menjadi dewasa adalah perkara engkau mengerti siapa dirimu. Mengerti apa yang dirimu bisa lakukan untuk sesamamu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Tidak hanya menerima dirimu apa adanya namun juga memperbaiki apa yang kurang, apa yang tidak seharusnya.

Menjadi dewasa memang sulit. Itu kenapa banyak orang menjadi tua tanpa pernah menjadi dewasa. Ketika kamu sudah membaca surat ini, itu berarti sudah waktunya kamu untuk memilih. Tidak ada yang salah nak, semua pilihan mengandung konsekuensi. Bapak mendoakan yang terbaik untukmu.

Aku tersenyum kecil. Seperti biasa, aku yakin Bapak sudah tahu apa jawabanku.

Advertisements

Tagged: , , , ,

§ 2 Responses to Surat dari Langit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Surat dari Langit at Sumo Aji.

meta

%d bloggers like this: