Kenapa harus tahu “KENAPA”?

December 21, 2014 § 2 Comments

Ketika APA tidak lagi cukup“, Stasiun Bandung, 21 Desember 2014.

Sepasang bapak dan ibu berusia paruh baya memaksa masuk ke dalam peron.
Bapak : “Mau masuk pak. Di luar ga ada kursi”.
Petugas : “Maaf pak. Kereta bapak masih lama. Bapak belum boleh masuk ke peron”.
Bapak : “Iya pak saya tau tapi di luar ga ada kursi”.

Petugas : “Maaf pak. Menurut peraturan, hanya penumpang 2 jam sebelum jam keberangkatan yang diperbolehkan masuk ke peron.
Si petugas akhirnya kewalahan dan terkesan membiarkan bapak dan ibu itu untuk masuk ke dalam peron stasiun. Pengawas stasiun melihat hal itu kemudian menghampiri.
Pengawas : “Maaf bapak dan ibu, karena kereta bapak dan ibu masih belum tersedia di stasiun, bapak dan ibu bisa menunggu di luar peron. Peron diperuntukkan untuk penumpang yang akan segera berangkat. Kalau peron penuh, nanti penumpang yang mau berangkat bisa tertinggal kereta.”
Ajaib! Sang bapak dan ibu pun menurut.
Sekarang saya tahu kenapa pria tersebut dijadikan pengawas sementara pria yang lain masih ditugaskan menjadi petugas tiket.
Untuk menghadapi tantangan lebih, anda perlu lebih daripada sekedar tahu APA. Anda juga perlu tahu KENAPA.

Advertisements

Tagged: , , , ,

§ 2 Responses to Kenapa harus tahu “KENAPA”?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kenapa harus tahu “KENAPA”? at Sumo Aji.

meta

%d bloggers like this: