Mendefinisikan Takdir

October 21, 2014 § Leave a comment

“Kenapa dia bu?”, tanya saya kepada seorang Ibu. “Dia baru saja kecelakaan nak. Yah sudah takdirnya dia begitu, mau bagaimana lagi”, Jawab si Ibu. Saya hanya termanggut. 17 Oktober 2014, Jakarta.

Saya tidak percaya dengan takdir, garisan hidup, atau apapun lah istilah orang biasa menyebut. Umm, begini mungkin lebih tepatnya adalah saya tidak 100% percaya dengan implementasi dari definisi yang kebanyakan orang percaya soal takdir. Ya, soal takdir yang katanya sudah ditentukan dari awal hingga kita mati nanti. Definisi kaku dimana takdir tidak bisa dirubah. Apapun yang terjadi, ya itu adalah takdirmu. Sekali lagi, saya tidak 100% percaya.

Saya pernah membaca sebuah artikel menarik tentang kemungkinan kejadian yang mungkin terjadi di dalam hidup seseorang. Menarik. Inti dari artikel tersebut adalah 70% dari kejadian yang terjadi terhadap seseorang di dunia ini terjadi tanpa kehendak dari si pribadi tersebut, sedangkan 30% sisanya terjadi karena kehendak dari si pribadi tersebut. 70% dari kejadian tersebut tidak bisa dirubah karena terkait faktor di luar diri anda, sedangkan 30% sisanya bisa anda rubah karena terkait dengan keputusan dari dalam diri anda sendiri. Apakah anda terjebak macet setiap hari di Jakarta? Terkadang. Apakah itu terjadi karena pilihan anda? Ya, karena saya adalah salah satu dari pribadi yang berada di jalan tersebut, saya adalah aktor dari kemacetan, bukan korban. Tidak, jika ternyata kebetulan jalanan tidak macet atau saya memutuskan untuk tidak lagi tinggal di Jakarta.

Ilustrasi pada paragraf sebelumnya berbicara mengenai bagaimana kemungkinan kejadian terjadi kepada anda. Ada banyak faktor disana : kondisi jalan, anda pribadi, orang lain, dan masih banyak lagi. Semua faktor tersebut membuat sebuah kejadian yang kita beri nama : MACET. Semunya bergerak memutuskan untuk menjadi bagian dari kejadian tersebut entah dari dalam diri mereka sendiri atau dorongan dari faktor luar. Apakah sekarang anda masih yakin takdir sepenuhnya memutuskan agar anda terjebak macet setiap hari seumur hidup?

Definisi Takdir

Definisi Takdir

Definisi takdir di atas menyatakan bahwa Takdir adalah ketetapan Tuhan. Tuhan menetapkan kejadian yang terjadi di semesta ini. Sang Pengatur mengatur segala hal bagi semua makhluk termasuk kita. Kenapa hidung anda mancung, dan kenapa hidung saya pesek. Kenapa warna kulit anda terang sedangkan warna kulit saya gelap. Kenapa orang tua anda seperti itu dan kenapa orang tua saya seperti ini. Hal-hal tersebut mutlak datang dari Sang Empunya kehidupan, seperti lotere bahkan kita tidak bisa memilih untuk menjadi apa pada awalnya.

Lalu, apa yang membuat saya tidak 100% persen percaya pada takdir?

Saya sudah bilang di awal, bahwa saya bukan tidak percaya 100% persen pada takdir tetapi saya tidak percaya sepenuhnya kepada implementasi dari definisi itu sendiri. Begini, jika takdir itu lurus maka tidak ada kehendak bebas. Tidak ada gunanya kita hidup karena apapun yang kita lakukan tetap saja kita aja di jalur yang sama. Lurus. Tidak bisa memilih. Bagaimana jika ternyata memang benar semua sudah ditakdirkan, namun takdir itu sendiri bercabang seperti jalan dimana pilihan ke kiri  maupun ke kanan sudah disiapkan oleh Sang Pengatur.

Sang Pengatur ternyata menciptakan banyak kemungkinan untuk setiap makhluk. Kemudian membiarkan para makhluk-Nya untuk menggunakan hak pilihnya.

Jadi jika anda saat ini sedang berada dalam kesulitan, cobalah menengok sesekali ke belakang. Pilihan apa yang sudah anda pilih sehingga akhirnya anda memilih takdir anda seperti saat ini. Dan, cobalah menebak ke depan pilihan takdir seperti apa yang akan diberikan kepada kita. Berdoalah supaya ada pilihan memperbaiki jalan cerita sehingga baik pada akhirnya. Kita sudah diberikan pilihan. Bijaklah memilih.

Advertisements

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mendefinisikan Takdir at Sumo Aji.

meta

%d bloggers like this: