Investasi Kebaikan

June 12, 2014 § Leave a comment

“Anak kecil itu melirik kepadaku. Tangan mungilnya menggenggam erat tangan ibundanya. Dari sorot matanya, ia lelah. Ya tentu, untuk anak sekecil itu, kereta commuter line ini ibarat neraka : penuh sesak dan panas”, Jatinegara, 12 Juni 2014

Sampai kira-kira 5 menit lamanya saya menunggu orang-orang yang duduk di jajaran kursi untuk merelakan kursi mereka kepadanya. Namun, 5 menit berlalu tak kunjung jua satupun dari mereka bergeming. Sebagian menunduk asyik dengan gadget-nya, sebagian lagi (sengaja) tertidur. Akhirnya, saya beranikan diri mencolek salah satu dari mereka, seorang bapak berumur sekitar 40-an tahun.

“Maaf pak, ini ada ibu dan anaknya tidak mendapat kursi”.

Sejurus kemudian si bapak yang kaget dengan sigap berdiri dan mempersilahkan si ibu dan anaknya untuk duduk. Ibu itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadanya. Bapak itu tetap berdiri tak jauh dari kursi dimana dia duduk sebelumnya. Sambil berbisik pelan saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak itu. Mission Accomplished dalam batin saya. Agak deg-degan juga karena khawatir mendapatkan “perlawanan” dari si bapak itu.

***

Cerita saya ini hanya sedikit dari cerita yang saya dapat selama menjadi pengguna commuter line. Ada banyak kisah lain tentunya yang menarik. Cerita antara si Ibu dan si anak kecil yang berjuang diantara ribuan manusia lainnya di dalam kereta besi. Dan, cerita seorang bapak yang merelakan kenyamanan-nya. Sungguh tidak akan pernah habis untuk diceritakan.

PT Commuter Line selaku operator kereta dalam kota memang menegaskan kepada para penumpang untuk memprioritaskan pengguna lansia, ibu hamil, orang cacat, dan ibu yang membawa anak untuk mendapatkan tempat duduk. Mereka dengan jelas membuat kursi prioritas di masing-masing gerbong, tidak menutup kemungkinan kursi di luar prioritas tersebut bisa diberikan juga kepada mereka yang lebih berhak. Mereka sebagai operator juga sering memberikan himbauan serupa baik melalui pengeras suara maupun tulisan-tulisan di dinding gerbong dan stasiun.

Saya kadang berpikir, kenapa kita harus memberikan kursi kepada ibu yang membawa anak. Mereka tidak kehilangan/kekurangan anggota tubuh seperti orang cacat. Mereka tidak membawa resiko seperti ibu hamil. Mereka juga tidak selemah para lansia tentunya. Tapi, kenapa mereka (juga) diberikan prioritas?

Fokus pertama saya adalah si ibu. Ibu ini tentunya membawa tanggung jawab lebih yaitu anaknya. Sebagai seorang ibu dia wajib untuk melindungi anaknya selama dalam perjalanan, baik dari sisi kenyamanan maupun keamanan. Tugas kita disini adalah untuk mempermudah tugas si Ibu tersebut. Di poin ini kita memaknainya sebagai kemampuan untuk membantu yang lebih lemah, membangun rasa saling tolong menolong.

Fokus kedua saya adalah si anak. Si anak ini tentunya juga salah satu yang paling lemah disana selain para lansia. Tetapi bukan disana poinnya. Poin yang paling kuat disini adalah bagaimana kita mengajarkan si anak dengan memberikan contoh sehingga kelak nanti ketika dia dewasa dan lebih kuat dari saat ini, dia bisa dengan rela memberikan kursi tersebut kepada yang lebih membutuhkan. Di poin ini kita memaknainya sebagai kemampuan untuk sadar diri / membaca situasi, membangun rasa saling menghargai sesama makhluk Tuhan.

***

Saya selalu percaya, investasi tidak melulu soal uang dan profit. Ada investasi lain, investasi kebaikan. Ya, mungkin kebaikan itu tidak datang langsung kepada anda dari orang yang anda beri kebaikan, tetapi percayalah dengan anda melakukan sebuah kebaikan saja berarti anda sudah menyumbangkan sesuatu untuk kehidupan kita umat manusia menjadi lebih baik. Kehidupan umat manusia yang lebih baik akan memunculkan bibit-bibit yang baik pula.

Terima kasih bapak.

Advertisements

Tagged: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Investasi Kebaikan at Sumo Aji.

meta

%d bloggers like this: