Masa kini dan nanti

November 25, 2013 § 6 Comments

Baru saja aku menjejakkan kaki pagi itu. Kehidupan rasa-rasanya tidak pernah berhenti di tempat ini. Sekalipun, huh bau menusuk sampah dan entah mungkin ada bangkai manusia disana menusuk hidungku. Supir angkot berebut penumpang. Seorang ibu menggandeng anak. Nelayan memperbaiki kapal. Manusia melakukan aktifitasnya seperti biasa. Entah, apa mereka sudah tidak peduli atau sudah terlalu biasa. Sepertinya bau ini tidak mengganggu mereka.

Aku melongok agak dekat ke arah sungai, sebuah muara ternyata. Air hitam begitu pekat. Aku berani bertaruh tidak ada kehidupan disana, kecuali mereka para mahkluk bersel satu. Bagaimana bisa ini terjadi? Butuh lebih dari sekadar sampah dan bangkai manusia untuk membuat “prestasi” seperti ini. Butuh waktu tahunan mungkin puluhan tahun. Dan, apakah selama itu mereka tidak pernah sadar? Entahlah. Aku terus menutup hidung. Ini tidak bagus, sangat tidak bagus. Inilah bencana sesungguhnya, sungguh nampak di depan mata.

“Negaramu. Aku sangat suka negaramu”, bisik seorang gadis kepadaku.

“Aku sudah berkeliling dan tinggal di berbagai negara. Tapi disini, di Indonesia aku menemukan chemistry“, lanjutnya.

Biasanya, ketika aku menemukan kontradiksi seperti ini, aku akan sergah orang itu dengan berbagai pertanyaan. Tapi, hehe mungkin karena dia seorang asing dan seorang gadis, aku berikan kesempatan dia untuk berbicara lebih jauh. Aku ingin tahu kedalaman pemahamannya.

“Kamu lihat, orang-orang disini. Mereka sangat menikmati waktu mereka. Mereka menikmati present. Aku tidak bisa melakukan ini di negaraku, di keluargaku. Kami ditekan untuk selalu memikirkan masa depan. Tidak ada kepastian. Kami mengejar masa depan kami sehingga kami umm kami lupa bagaimana caranya menikmati apa yang kami punya sekarang”, lanjut dia dengan berapi-api. “Itu kenapa aku suka Indonesia”.

Terkejut, sedikit bingung. Menghadapi kenyataan hancurnya ekosistem di muara kami dan orang-orang yang tidak peduli sekaligus mendapat bahwa ada seorang asing yang begitu dalam mengatakan bahwa kita orang Indonesia sangatlah bahagia, begitu menikmati waktu kita sekarang.

Apa karena itu sehingga kita lupa bahwa ada masa depan yang harus diwariskan?

Menikmati apa yang kita punya saat ini sekaligus mengejar masa depan, apakah itu mungkin dilakukan secara bersamaan?

Suatu hari, mungkin dipertemuan yang lain dan dengan orang yang berbeda, pertanyaan ini bisa terjawab. Atau, kalian sudah punya jawabannya?

 

Advertisements

Tagged: , ,

§ 6 Responses to Masa kini dan nanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Masa kini dan nanti at Sumo Aji.

meta

%d bloggers like this: